RESIDENSI



RESIDENSI SENI
BY: miftahrizaqartstudio

PROGRAM RESIDENSI SENI
by: Miftah Rizaq Art Studio

Setiap seniman pernah menjadi pemula.
Setiap karya besar pernah dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Program Residensi Seni ini kami buka sebagai ruang untuk belajar, bereksperimen, bertanya, gagal, tumbuh, dan menemukan bahasa visual yang lebih jujur.

Ada haru yang sulit diungkapkan dengan kata-kata malam tadi.

Melihat ruang itu perlahan dipenuhi orang-orang yang datang bukan sekadar untuk melihat karya, tapi untuk merayakan sebuah proses panjang, rasanya semua lelah dan keraguan yang pernah singgah selama residensi terbayar sudah.

Terima kasih untuk setiap pelukan, jabat tangan, dan tatapan hangat malam itu. Untuk setiap obrolan ringan yang ternyata menyimpan begitu banyak dukungan di dalamnya. Untuk kehadiran yang menjadi bukti bahwa karya tidak pernah lahir sendirian, selalu ada tangan-tangan lain yang menopang di belakangnya.

Selamat karena sudah sampai di titik ini. Bukan karena perjalanannya mudah, tapi karena kau memilih untuk terus berjalan.

Malam tadi bukan sekadar pembukaan pameran. Ia adalah kebersamaan yang layak disyukuri.

Malam tadi, sebuah perjalanan yang dimulai dari ruang belajar, percakapan, kegelisahan, dan keberanian akhirnya bertemu dengan publik.

Pameran tunggal Rara Almada, bagian dari Program Residensi Seni Miftah Rizaq Art Studio Batch 1 Tahun 2026, resmi dibuka. Sebuah momen yang menjadi penanda bahwa proses selalu lebih penting daripada sekadar hasil.

Pameran ini dibuka oleh Maestro Nasirun, serta dihadiri para tamu undangan, seniman, kolega, sahabat, dan handai taulan yang berkenan meluangkan waktu untuk menyaksikan lahirnya babak baru dalam perjalanan berkarya Rara.

Terima kasih kepada semua yang hadir, memberi dukungan, percakapan, dan doa. Semoga setiap karya yang dipertemukan malam tadi terus menemukan pembacanya, dengan cara dan waktunya masing-masing.

Selamat untuk Rara Almada. Ini bukan garis akhir, melainkan langkah pertama dari perjalanan yang jauh lebih panjang.

KELUAR GARIS
Pameran Tunggal Rara Almada

Ada kalanya, bertumbuh justru dimulai ketika seseorang berani keluar dari garis yang selama ini dianggap paling aman.
Melalui Keluar Garis, Rara Almada menghadirkan serangkaian karya yang lahir dari proses, keberanian, keraguan, dan pencarian selama mengikuti Program Residensi Miftah Rizaq Art Studio Batch 1.

Sebuah perjalanan yang tidak selalu lurus, tetapi justru menemukan bentuknya ketika berani melampaui batas-batas yang telah digambar sebelumnya.

Kami mengundang Bapak/Ibu serta teman-teman untuk hadir pada pembukaan pameran dan menyaksikan karya-karya yang menjadi penanda proses kreatif seorang perupa muda dalam menemukan suaranya sendiri.

Pembukaan Pameran
🗓 Jumat, 24 Juli 2026
🕗 20.00 WIB – selesai
📍 Miftah Rizaq Art Studio
Dukuh Wonotawang No. 27A, RT 08, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pameran berlangsung 24–26 Juli 2026.
Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

Sampai bertemu di garis-garis milik Rara Almada.

Suasana kehangatan pembukaan pameran tunggal @wimals_woodart bertajuk AKU ADALAH POHON.

Pameran ini merupakan gelar karya pertama dari program Residensi Seni Batch 1 Miftah Rizaq Art Studio.

Terima kasih penuh rasa hormat kami ucapkan kepada seluruh tamu undangan yang hadir, saudara, rekan seniman, kerabat, rekan media, dan seluruh pihak yang sudah mendukung terlaksananya pameran ini.

Program Residensi Batch 1 Miftah Rizaq Art Studio memasuki tahap presentasi publik melalui pameran tunggal Wimaldy Akbar bertajuk “Aku Adalah Pohon.”

Pameran ini merupakan hasil dari proses residensi yang berfokus pada riset artistik, eksplorasi material, dan praktik penciptaan berbasis studio.

Kami mengundang publik untuk hadir dan menyaksikan hasil perjalanan artistik tersebut.

17–19 Juli 2026
Miftah Rizaq Art Studio
Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta

Pembukaan pameran :
Jum’at, 17 Juli 2026 pukul 20.00 WIB

Gratis dan terbuka untuk umum.

Penampilan musik oleh @yulionooo ✨

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta.

Menciptakan sesuatu berarti berani melambat di dunia yang serba cepat. Menyelaraskan langkah dengan kompas internal, bukan dengan detak arloji orang lain. Selama ada arah, lambat pun tetaplah sebuah progres.

Memulai Senin baru dengan presentasi materi yang sudah dibahas, karya yang sudah dieksplorasi, dan rasa yang sudah digali di minggu sebelumnya.

Diskusi mengalir, obrolan mencair, kritik, apresiasi dan doa baik teriring di setiap sesi antar peserta residensi.
Belajar bertanya, belajar menjawab, belajar mendengar, belajar merasa, dan belajar menerima.

Anna Amarta sedang belajar mendengarkan hatinya sendiri.
Ia bertemu dengan benda-benda, ruang, orang-orang, dan emosinya. Mendiskusikannya, memahaminya, lalu perlahan berdamai dengannya.
Di Miftah Rizaq Art Studio, residensi bukan sekadar membuat karya. Ia adalah latihan untuk hadir, merasakan, dan menikmati hidup dengan lebih utuh.

Tidak semua pelajaran datang dari buku atau layar.
Hari ini peserta belajar mengamati. Duduk lebih lama. Mendengar lebih pelan. Membiarkan alam, ruang, dan percakapan menjadi bagian dari proses berkarya.
Sebelum sebuah karya lahir, sering kali yang perlu dibangun lebih dulu adalah kepekaan.
Di sinilah perjalanan itu dimulai.

Hari ini di Residensi Miftah Rizaq Art Studio.

Berjalan pelan, mengamati sekitar, mencatat, menggambar, mengolah material, lalu menata karya di ruang yang perlahan berubah menjadi tempat dialog. Setiap proses kecil menjadi bagian penting dari perjalanan kreatif, dan setiap sudut menyimpan cerita yang berbeda.

Hari ini langkah kecil itu benar-benar dimulai.

Lima peserta, lima perjalanan, lima cara memandang dunia yang berbeda. Mereka datang bukan untuk menjadi seperti orang lain, melainkan untuk semakin menemukan dirinya sendiri.

Semoga rumah ini bisa menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan saling menjaga. Selebihnya, biarlah waktu dan proses yang berbicara.

Tidak ada yang instan di studio ini.
Semua tumbuh lewat proses, percakapan, dan keberanian untuk terus mencoba, belajar bertanya, meragukan, dan menemukan.
Sisanya, waktu yang akan menjawab.
Pelan-pelan, tapi sungguh-sungguh.

Di studio ini, yang kami pelajari bukan hanya cara membuat karya.
Kami belajar mendengar. Belajar bertanya. Belajar meragukan. Belajar mengubah pikiran. Belajar menerima kritik. Belajar melihat dunia dari mata yang berbeda.

Kadang bentuknya diskusi panjang. Kadang membaca. Kadang diam. Kadang secangkir kopi. Kadang hanya duduk bersama seekor kucing yang lewat tanpa alasan.
Sebab seni bukan sekadar hasil. Ia adalah cara hidup yang terus dilatih setiap hari.

PROGRAM RESIDENSI MIFTAH RIZAQ ART STUDIO BATCH #1

Ismail Al-Alam & Anna Amarta

Periode residensi: 15 Juni — 15 Juli 2026

Jurnal dibaca, gagasan dibagikan, pertanyaan dibiarkan hidup. Begitulah proses ini berjalan.

Selain mengembangkan karya, peserta residensi juga menjalani praktik jurnal dan sketsa harian untuk menjaga ritme, disiplin, dan kedalaman proses kreatif.

PROGRAM RESIDENSI MIFTAH RIZAQ ART STUDIO BATCH #1

Nisya Tri Yolanda & Rara Almada

Periode residensi: 15 Juni — 15 Juli 2026

PROGRAM RESIDENSI MIFTAH RIZAQ ART STUDIO BATCH #1

Wimaldy Akbar

Periode residensi: 8 Juni — 8 Juli 2026

PROSES SELEKSI DIMULAI.

Hari ini kami berkesempatan bertemu dan berbincang dengan para peserta yang lolos seleksi Program Residensi Seni Miftah Rizaq Art Studio Batch 1 Tahun 2026.

Bagi kami, wawancara bukan sekadar proses penilaian. Ini adalah ruang untuk saling mengenal, mendengarkan cerita, memahami motivasi, dan melihat kemungkinan-kemungkinan yang dapat tumbuh selama residensi berlangsung.
Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berbagi cerita.
Semoga ini menjadi awal dari perjalanan yang baik.

POSTER RESIDENSI