ACTIVITY



RESIDENSI SENI
BY: miftahrizaqartstudio

PROGRAM RESIDENSI SENI
by: Miftah Rizaq Art Studio

Setiap seniman pernah menjadi pemula.
Setiap karya besar pernah dimulai dari keberanian untuk mencoba.

Program Residensi Seni ini kami buka sebagai ruang untuk belajar, bereksperimen, bertanya, gagal, tumbuh, dan menemukan bahasa visual yang lebih jujur.

Terima kasih sudah berkunjung ke Miftah Rizaq Art Studio.

Rumah ini masih jauh dari sempurna. Studio ini juga.
Tapi selama Allah masih mengizinkan, kami akan terus belajar, berkarya, memasak, berbagi, dan menjaga pintu ini tetap terbuka semampunya.

Semoga tempat kecil ini bisa terus menjadi ruang untuk saling bantu dan saling jaga.

Karya, Karsa, Rasa, Cipta, dan Cinta.

Menciptakan sesuatu berarti berani melambat di dunia yang serba cepat. Menyelaraskan langkah dengan kompas internal, bukan dengan detak arloji orang lain. Selama ada arah, lambat pun tetaplah sebuah progres.

Memulai Senin baru dengan presentasi materi yang sudah dibahas, karya yang sudah dieksplorasi, dan rasa yang sudah digali di minggu sebelumnya.

Diskusi mengalir, obrolan mencair, kritik, apresiasi dan doa baik teriring di setiap sesi antar peserta residensi.
Belajar bertanya, belajar menjawab, belajar mendengar, belajar merasa, dan belajar menerima.

Bismillah.
Ini mungkin hanya sebuah rumah dan studio sederhana.
Tapi di dalamnya ada tahun-tahun yang saya pertaruhkan untuk tetap percaya pada jalan yang saya pilih.

Jika berkenan, monggo rawuh.
Tidak ada tiket. Tidak ada kemewahan. Hanya karya, percakapan, dan proses yang masih terus berlangsung.

Sebelum sebuah perjumpaan terjadi, biasanya selalu ada beberapa pertanyaan.
Melalui carousel ini, saya mencoba menjawab sebagian di antaranya.
Selebihnya, mungkin bisa kita lanjutkan sambil duduk, minum kopi, dan melihat karya-karya yang sedang tumbuh di studio.
Terima kasih atas perhatian dan dukungannya.
Sampai jumpa di RAWUH

RAWUH

Pada akhirnya, yang tersisa bukan hanya karya.
Melainkan jejak perjumpaan, rasa syukur, dan keberanian untuk terus hadir dalam setiap musim kehidupan.

Melalui RAWUH, saya membuka ruang ini untuk berbagi sebagian dari perjalanan tersebut.
Sebuah ruang yang dibangun oleh waktu, percakapan, doa, kegagalan, harapan, dan cinta pada proses yang tak pernah benar-benar selesai.

Saya menantikan perjumpaan yang baik.
20 Juni – 4 Juli 2026
Miftah Rizaq Art Studio
Wonotawang, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul

Anna Amarta sedang belajar mendengarkan hatinya sendiri.
Ia bertemu dengan benda-benda, ruang, orang-orang, dan emosinya. Mendiskusikannya, memahaminya, lalu perlahan berdamai dengannya.
Di Miftah Rizaq Art Studio, residensi bukan sekadar membuat karya. Ia adalah latihan untuk hadir, merasakan, dan menikmati hidup dengan lebih utuh.

Tidak semua pelajaran datang dari buku atau layar.
Hari ini peserta belajar mengamati. Duduk lebih lama. Mendengar lebih pelan. Membiarkan alam, ruang, dan percakapan menjadi bagian dari proses berkarya.
Sebelum sebuah karya lahir, sering kali yang perlu dibangun lebih dulu adalah kepekaan.
Di sinilah perjalanan itu dimulai.

Di sini anak-anak bebas berimajinasi, bebas bereksplorasi, dan bebas jadi diri sendiri. Satu kertas putih bisa berubah jadi ribuan cerita, dengan banyak tawa di setiap goresannya. 💛🖍️✨

Hari ini di Residensi Miftah Rizaq Art Studio.

Berjalan pelan, mengamati sekitar, mencatat, menggambar, mengolah material, lalu menata karya di ruang yang perlahan berubah menjadi tempat dialog. Setiap proses kecil menjadi bagian penting dari perjalanan kreatif, dan setiap sudut menyimpan cerita yang berbeda.

Hari ini langkah kecil itu benar-benar dimulai.

Lima peserta, lima perjalanan, lima cara memandang dunia yang berbeda. Mereka datang bukan untuk menjadi seperti orang lain, melainkan untuk semakin menemukan dirinya sendiri.

Semoga rumah ini bisa menjadi ruang untuk belajar, bertumbuh, berkarya, dan saling menjaga. Selebihnya, biarlah waktu dan proses yang berbicara.

Tidak ada yang instan di studio ini.
Semua tumbuh lewat proses, percakapan, dan keberanian untuk terus mencoba, belajar bertanya, meragukan, dan menemukan.
Sisanya, waktu yang akan menjawab.
Pelan-pelan, tapi sungguh-sungguh.

Di studio ini, yang kami pelajari bukan hanya cara membuat karya.
Kami belajar mendengar. Belajar bertanya. Belajar meragukan. Belajar mengubah pikiran. Belajar menerima kritik. Belajar melihat dunia dari mata yang berbeda.

Kadang bentuknya diskusi panjang. Kadang membaca. Kadang diam. Kadang secangkir kopi. Kadang hanya duduk bersama seekor kucing yang lewat tanpa alasan.
Sebab seni bukan sekadar hasil. Ia adalah cara hidup yang terus dilatih setiap hari.

PROGRAM RESIDENSI MIFTAH RIZAQ ART STUDIO BATCH #1

Ismail Al-Alam & Anna Amarta

Periode residensi: 15 Juni — 15 Juli 2026

Jurnal dibaca, gagasan dibagikan, pertanyaan dibiarkan hidup. Begitulah proses ini berjalan.

Selain mengembangkan karya, peserta residensi juga menjalani praktik jurnal dan sketsa harian untuk menjaga ritme, disiplin, dan kedalaman proses kreatif.

PROGRAM RESIDENSI MIFTAH RIZAQ ART STUDIO BATCH #1

Nisya Tri Yolanda & Rara Almada

Periode residensi: 15 Juni — 15 Juli 2026

PROGRAM RESIDENSI MIFTAH RIZAQ ART STUDIO BATCH #1

Wimaldy Akbar

Periode residensi: 8 Juni — 8 Juli 2026

PROSES SELEKSI DIMULAI.

Hari ini kami berkesempatan bertemu dan berbincang dengan para peserta yang lolos seleksi Program Residensi Seni Miftah Rizaq Art Studio Batch 1 Tahun 2026.

Bagi kami, wawancara bukan sekadar proses penilaian. Ini adalah ruang untuk saling mengenal, mendengarkan cerita, memahami motivasi, dan melihat kemungkinan-kemungkinan yang dapat tumbuh selama residensi berlangsung.
Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berbagi cerita.
Semoga ini menjadi awal dari perjalanan yang baik.

POSTER RESIDENSI